Antonio Conte Ingin Secepatnya Meninggalkan Chelsea

Antonio Conte Ingin Secepatnya Meninggalkan Chelsea
Antonio Conte Ingin Secepatnya Meninggalkan Chelsea

 

Antonio Conte “tidak sabar untuk meninggalkan Chelsea” setelah dirinya dikabarkan kecewa dengan kurangnya pengaruh atas kebijakan transfer klub, menurut teman dan mantan bos The Blues Gianluca Vialli.

Chelsea dan Conte secara luas dikabarkan akan berpisah pada akhir musim ini di tengah meningkatnya ketegangan publik dengan permasalahan klub yang kembali memanas dijendela transfer musim panas lalu. Sementara itu Federasi Sepakbola Italia dan Paris Saint-Germain disebut-sebut sebagai tempat conte akan berlabuh selanjutnya.

Vialli yakin Conte akan memilih pekerjaan teratas ketika ia meninggalkan Stamford Bridge, dan mengklaim setelah Chelsea menelan kekalahan 3-1 di kandang Tottenham pada hari Minggu dan kekalahan tersebut memperjelas bahwa kepergiannya musim panas ini dijamin akan segera terealisasikan.

“Conte tidak sabar untuk meninggalkan Chelsea,” Vialli mengatakan pada Sky Sport Italia dalam perannya sebagai seorang cendekiawan pada pertandingan. “Conte tidak tahan jika mereka (Pihak Klub) menjual atau membeli pemain tanpa berkonsultasi dengannya. Yang benar adalah, Chelsea ingin manajer yang lebih dari seorang pria klub.”

Conte menolak mengkritik atasannya selama konferensi pers pasca-pertandingan hari Minggu, tetapi Conte tidak merahasiakan kekesalannya karena kurangnya masukan dalam kebijakan rekrutmen Chelsea yang lebih luas, ditambah dengan keengganan atau ketidakmampuan klub untuk mengamankan target transfer yang direkomendasikannya.

Manchester United berhasil membajak negosiasi Chelsea untuk menandatangani Romelu Lukaku dari Everton, sementara itu pihak klub menolak rekomendasi dari Conte dengan menilai Leonardo Bonucci dan Fernando Llorente terlalu tua dan Alexis Sanchez dan Virgil van Dijk terlalu mahal untuk menyesuaikan strategi klub Chelsea untuk menandatangani bakat yang lebih murah, lebih muda dengan nilai potensial dan penjualan kembali di masa yang akan datang.

Conte mengalami masalah serupa di Juventus, di mana dia mengklaim tidak diberi kekuatan penuh untuk memimpin juventus untuk menghadapai tantangan serius di Liga Champions. Berbicara kepada Sky Italia pada bulan Januari, pria berusia 48 tahun itu mengatakan bahwa dia selalu mengambil alih klub elit untuk membuat “pengorbanan ekonomi “.

Vialli percaya Conte tidak akan kesulitan menemukan pekerjaan baru yang bisa memenuhi ambisinya.

“Baik itu tim nasional Italia [Nazionale] atau Paris Saint-Germain, dia akan menemukan tempat di mana dia bisa mulai memenangkan sesuatu yang penting lagi,” tambahnya. “Akan ada antrean kontrak baginya untuk ditandatangani.”tutup Vialli

Leave a Comment

Related Posts

ALVARO MORATA


Antonio Conte


Chelsea


Paris Saint-Germain